Ava Max sedang menjulang namanya berkat hit single sensasionalnya, ‘Sweet But Psycho’. Tapi rupanya bukan tanpa kontroversi, karena Ava dituduh melanggengkan stigma negatif tentang persepsi kesehatan mental.

Single telah menjuarai chart lebih di 15 negara termasuk Inggris dan video untuk penyanyi Amerika berdarah Albania yang bernama asli Amanda Ava Koci ini pun tak kalah provokatif, di mana ia berperan sebagai seorang perempuan bersenjata kapak yang terobsesi dengan seorang pria.

Penggambaran inilah yang menarik kritikan tajam kepada Ava dari organisasi di Inggris yang bergerak di bidang pencegahan bunuh diri, sebagaimana yang dilaporkan oleh Daily Mail Online. Dalam surat terbuka mereka, organisasi yang bernama Zero Suicide Alliance (ZSA) menggambarkan klip lagu sebagai sebuah paket yang membantu untuk mendorong dan menyokong stigma.

Mereka mengerti jika sebenarnya Ava tidak berniat seperti itu. Meski begitu, tetap saja lagu dan klipnya mempertahankan streotip sehingga melanggengkan stigma buruk tadi. Sesuatu yang sifatnya opresif dan mengisolasi seseorang dengan potensi mental yang buruk, sehingga nantinya mereka cenderung akan menutup diri dan enggan mencari bantuan.

Ava belum memberi komentar untuk kecaman ini, namun sejauh ini ‘Sweet But Psycho’ sudah distreamingg 268.765.814 kali di Spotify.